Senin, 05 Agustus 2013 - 11:06:40 WIB

KPU Siapkan Aturan Untuk Batasi Pemasangan Baliho Kampanye

Posted by : Selany Ranu
Kategori: POLITIK - Dibaca: 660 kali


Merdekaonline.com - Jakarta - Anggota Komisi II DPR, Chairun Nisa mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) mengenai pembatasan pemasangan alat peraga kampanye (baliho) pada Pemilu 2014.

Menurutnya, pengaturan pengaturan tersebut dimaksudkan agar lebih tertib, tidak merusak pemandangan kota dan adanya azas keadilan.“Saya setuju dengan adanya Peraturan KPU tersebut sehingga akan lebih tertib, tidak merusak pemandangan kota dan ada azas keadilan," katanya di Jakarta, Minggu (4/8).

Sebagaimana dalam draf Peraturan KPU No. 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD, ketentuan Pasal 17 berbunyi sebagai berikut, Ayat (1) Kampanye Pemilu dalam bentuk pemasangan alat peraga di tempat umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf d, diatur sebagai berikut: (a) Alat peraga kampanye tidak ditempatkan pada tempat ibadah, rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan (gedung dan sekolah), jalan-jalan protokol, jalan bebas hambatan, sarana dan prasarana publik, taman dan pepohonan; (b) peserta pemilu diperkenankan memasang alat peraga kampanye sebagaimana dimaksud pada huruf a yang berbentuk baliho paling banyak 2 (dua) titik pada setiap kecamatan.

Terkait peraturan tersebut, politisi Partai Golkar ini menilai, calon legislatif (caleg) yang modalnya besar biasanya sanggup membuat baliho dalam jumlah banyak dan ukuran yang besar. Tetapi di lain sisi, sambung Nisa, tidak semua caleg mempunyai modal besar, sehingga caleg yang modalnya terbatas tidak bisa membuat baliho dalam jumlah banyak dan ukuran besar.

"Karena itu, pengaturan tersebut dimaksudkan supaya para caleg tidak jor-joran modal selama masa kampanye berlangsung. Jadi, ada azas keadilan antara caleg yang memiliki modal besar dengan caleg yang modalnya pas-pasan," ujar Nisa.

Sementara itu, anggota KPU Sigit Pamungkas mengatakan, pembatasan yang diterapkan dalam PKPU bertujuan untuk membangun keseimbangan kompetisi antar caleg yang berduit tebal dan pas-pasan.

Sekaligus, tambah Sigit, untuk tetap memelihara tertib dan keindahan lingkungan selama masa kampanye berlangsung."Hal ini supaya tidak jadi hutan baliho," katanya.

Sigit mengatakan, salah satu yang bisa jadi pertimbangan dalam PKPU Kampanye adalah agar kompetisi berjalan fair dan calon tidak jor-joran dalam memasang spanduk, baliho, dan sebagainya. Konsekuensinya, para caleg didorong untuk melakukan pendekatan pada masyarakat dengan pola face to face."Jadi arahnya agar caleg melakukan pendekatan personal, bukan sekadar perkenalkan figur," ujarnya.(SR)

0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)